“Kentutlah semerdu mungkin di hadapannya. Jika dia tertawa lebar, maka dia benar sahabatmu. Sahabatmu adalah dia yang menerimamu apa adanya.”
0 likes
Author detail
This author page remains available for legacy URL compatibility, including alias-backed slug support.
Quotes
Showing 1-20 of 85
“Kentutlah semerdu mungkin di hadapannya. Jika dia tertawa lebar, maka dia benar sahabatmu. Sahabatmu adalah dia yang menerimamu apa adanya.”
0 likes
“.. Dan Indramayu bagiku, bukan sekadar rumah berteduh, lebih dari itu, dia seperti seorang Ibu; Melahirkan kerinduan, merawat kenangan, dia tempat hatiku dibesarkan.”
0 likes
“Tak kutemukan jarak paling jauh, melebihi daripada diammu.”
0 likes
“Diam adalah lingkaran sepasang tangan yang paling dingin.”
0 likes
“Rasionalitas politik dan ekonomi, dapat merasionalisasi apa saja, termasuk iman. Ketulusan dan keluguan umat beragama, sangat mudah dikapitalisasi demi kepentingan kalkulasi rasional. Adakah...”
0 likes
“Ideologi akan berakhir, jika ia hanya sekadar jargon dan sebatas dimumikan sebagai kesadaran palsu. Kosong sebagai alat kritik pembangunan yang sedang dijalankan.”
0 likes
“Betapa tidak mudahnya memadukan antara demokrasi sebagai proses dengan hasilnya. Pada awalnya, tujuan demokrasi adalah mencari pilihan terbaik di antara yang terburuk: agar suara rakyat menj...”
0 likes
“Kemenangan politik selalu dihitung atas besaran kekuasaan yang diperoleh. Kemenangan moral hanya dilihat dari keluasan nilai yang diberikan. Kekuasaan dikerumuni kenikmatan. Moralitas ditema...”
0 likes
“Setiap hari orang-orang sibuk meludah kata, tanpa tahu bagaimana cara mengunyahnya. Setiap hari orang-orang sibuk berkumur-kumur kata, tanpa tahu bagaimana cara menelannya.”
0 likes
“Bangsa merdeka tidak akan menjajah sendiri kemerdekaannya. Negara merdeka tidak akan memperkaya penguasa atas kemelaratan rakyatnya. Mari merdeka dengan menggenggam maknanya.”
0 likes
“Kekasih, Jangan garami kopiku dengan kesedihanmu. Relakan rasa pahitnya menggantikan dukamu.”
0 likes
“Duka terbuat dari air mata yang diusir dari kediamannya.”
0 likes
“Masa lalu tidak akan menjadi guru bagimu, selagi, penyesalanmu tidak pernah kamu didik.”
0 likes
“Membenci adalah upaya fermentasi. Dengan membenci, kau tidak berarti melenyapkan dia. Kau hanya merubahnya menjadi sosok yang lain.”
0 likes
“Seperti kenangan, ia adalah jasad yang mati sebab kepergianmu. Setelah itu, bumi tenggelam. Karena tak lagi sanggup menampung penghuni kedua mataku.”
0 likes
“Sementara, bumi semakin sempit dihuni banyak kenangan-kenangan umat manusia, hatiku justru terlalu sempit hanya karena menampung satu nama: Kamu.”
0 likes
“Tak peduli bagaimana pun rasa sakit itu akan membekas, percayalah, tidak ada kenangan indah yang benar-benar mati. Ia akan tetap menjalar. Sampai kapan pun.”
0 likes
“Setiap orang memiliki kutub berbeda pada dirinya. Seperti magnet. Sebaik apapun dia, tidak semua orang akan menyukainya. Begitulah hidup.”
0 likes
“Dari Ibu, aku belajar indahnya berbagi. Berbagi makan dalam kandungannya, berbagi minum dalam pangkuannya. Dari Ibu, aku belajar indahnya berbagi. Berbagi nyawa dalam rahimnya, berbagi surga...”
0 likes
“Demi kopi yang mencintai pahit atas dirinya, aku rela membunuh malamku meski harus dikutuk kantuk; dan dipenjara insomnia.”
0 likes